Faktor resiko pada kehamilan merupakan kehamilan yang membahayakan, baik
bagi sang ibu ataupun bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, sebaiknya
anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat mengakibatkan kehamilan beriko
tinggi.
Kehamilan berisiko tinggi lebih mungkin terjadi pada
wanita yang mengalami kesulitan untuk hamil, baik melalui atau tanpa bantuan
dari terapi kesuburan berteknologi tinggi.
Ada
beberapa hal yang dapat mengakibatkan anda mengalami kehamilan berisiko tinggi
:
Sulit
hamil dan penggunaan obat-obat penyubur, Obesitas
dalam kehamilan, Memiliki
riwayat penyakit darah tinggi, Memiliki
riwayat penyakit jantung, Memiliki
riwayat penyakit diabetes, Memiliki
riwayat penyakit lainya, seprti anemia, rhesus, dan pernah mengalami keguguran
berulang.
Menurut pusdiknakes tahun 2013, ada enam
tanda bahaya pada kehamilan yaitu :
Perdarahan
pervaginam, Sakit
kepala yang hebat, Masalah
penglihatan, Bengkak
pada tangan dan muka, Nyeri
abdomen yang hebat, Bayi
kurang bergerak seperti biasa, Faktor
resiko pada kehamilan
Menurut
Azrul Anwar Tahun 2008, faktor risiko pada ibu hamil meliputi :
1)
Umur
2)
Paritas
3)
Tinggi
badan
4)
Lingkar
lengan atas
5)
Riwayat keluarga menderita penyakit kencing manis (DM),
Hipertensi dan riwayat cacat congenital.
6)
Kelainan betuk
tubuh, misalanya kelainan tulang belakang atau panggul.
Penyakit Berisiko Tinggi Saat Hamil dan Penanganannya
1. Plasenta Previa
Plasenta
merupakan organ yang luar biasa. Plasenta berasal dari lapisan trofoblas pada
ovum yang dibuahi, lalu terhubung dengan sirkulasi ibu untuk melakukan
fungsi-fungsi yang belum dapat dilakukan oleh janin untuk hidup tergantung atas
keutuhan dan efisien plasenta. Plasenta terbentuk dalam kira-kira 8 minggu,
berasal dari bagian konseptus yang menempel paada endometrium .
2. Darah tinggi
Hipertensi
atau tekanan darah tinggi adalah suatu penyakit dimana tekanan darah dalam
tubuh meningkat dalam waktu yang lama. Hipertensi merupakan faktor resiko utama
untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, dan penyebab
penyakit ginjal kronik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar